Keterlambatan Pembayaran Angkutan GKP, MPP Keluhkan Beban Operasional ke Bulog

by -720 Views

Penajam Paser Utara : Sejumlah Mitra Penggilingan Padi (MPP) mengeluhkan keterlambatan pembayaran biaya angkutan Gabah Kering Panen (GKP) dari lokasi panen ke gudang penggilingan. Padahal, sesuai kontrak kerja sama, biaya angkutan tersebut menjadi tanggung jawab Perum Bulog.

Para MPP menyebut, selama ini mereka terpaksa menalangi biaya operasional pengangkutan demi menjaga kelancaran proses penyerapan gabah petani di lapangan. Namun hingga kini, penggantian biaya yang dijanjikan belum juga direalisasikan.

“Secara kontrak jelas, biaya angkutan ditanggung Bulog. Tapi di lapangan, kami yang harus menutup dulu. Sampai sekarang belum ada kejelasan pembayaran,” ujar salah satu perwakilan MPP.

Kondisi ini dinilai berbeda dengan pelaksanaan pada tahun 2025, di mana pembayaran biaya angkutan dilakukan tepat waktu tanpa kendala berarti. Keterlambatan saat ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran distribusi gabah serta membebani arus kas para mitra.

Dalam pelaksanaannya, Bulog menunjuk PT JPL Logistik sebagai vendor pengelola angkutan. Namun, saat dikonfirmasi oleh pengurus Perpadi, pihak perusahaan tersebut belum memberikan kepastian terkait jadwal pembayaran maupun mekanisme penyelesaian keterlambatan.

Pengurus Perpadi menilai, ketidakjelasan ini berpotensi menurunkan kepercayaan mitra terhadap program penyerapan gabah pemerintah. Mereka mendesak agar Bulog bersama vendor segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran yang tertunda.

“Jika tidak segera diselesaikan, ini bisa berdampak pada semangat mitra dalam mendukung penyerapan gabah petani, apalagi di tengah masa panen,” tegas perwakilan Perpadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bulog terkait keterlambatan pembayaran tersebut. (Admin)

No More Posts Available.

No more pages to load.